ASI ( Air Susu Ibu )

– more fresh… HEALTHIER and free –

Menyusui Eksklusif Cegah Ibu dari Alzheimer

Senin, 21 Oktober 2013 | 09:08

Jakarta – Menyusui secara eksklusif adalah bentuk investasi jangka panjang untuk seorang ibu. Sejumlah penelitian di dunia mencatat menyusui bisa mengurangi risiko dari berbagai penyakit mematikan, seperti alzheimer, kanker payudara, kanker indung telur, kanker rahim, maternal diabetes, hipertensi, struk, hiperlipidemia, dan penyakit kardiovaskular.

Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia Dr. Utami Roesli SpA mengatakan penelitian terbaru dalamJournal of Alzheimer’s Disease bulan Juli 2013 menyebutkan berdasarkan riwayat 81 perempuan Inggris berusia 70 tahun, ibu yang menyusui satu tahun atau lebih memiliki resiko menderita alzheimer 22% lebih rendah dibandingkan ibu yang hanya menyusui 4-6 bulan.

“Selain itu, penelitian tahun 2009 (Schwarz et al) kepada 139.681 ibu post menopause yang rata-rata berumur 63 tahun, disimpulkan semakin lama menyusui (lebih dari 12 bulan) maka semakin rendah resiko hipertensi, struk, hiperlipidemia, diabetes, dan penyakit kardiovaskular,” kata Dr. Utami dalam acara “Breastfeeding Fair 2013” di Jakarta, Minggu (20/10).

Dr Utami menuturkan air susu ibu (ASI) mengandung suatu molekul kompleks bernama HAMLET(Human Alpha lactalbumin Made Lethal to Tumor cells) yang bisa membunuh sel tumor melalui mekanisme “apoptotic-like”. Menurutnya, fungsi perlindungan menyusui tampaknya lebih kuat pada tumor yang lebih ganas.

“Setidaknya ada satu kandungan ASI yang diidentifikasi in vitro sebagai anti-tumorigenic (anti tumor),” ujarnya.

Dia menambahkan, menyusui juga memberi perlindungan kepada penyakit tulang atau persendian seperti rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis sendi-sendi.

Pemberian ASI eksklusif juga akan menurunkan kadar hormon stres pada empat hingga enam minggu setelah melahirkan.

Dia menjelaskan proses menyusui memang terkait erat dengan pikiran yang tenang dan positif karena akan meningkatkan hormon oksitosin sebagai perangsang keluarnya ASI.

“Dari 84 ibu ASI eksklusif, 99 ibu yang memberi formula, dan 30 ibu sehat yang tidak melahirkan, ternyata ibu yang menyusui punya perasaan positif dan mengerjakan hal-hal positif lebih banyak,” tandas Dr Utami.

Selain memberi perlindungan pada ibu, menyusui juga akan meningkatkan kualitas kesehatan anak. Dr Utami menegaskan ASI adalah standar makanan emas untuk bayi. Komposisi ASI selalu mengikuti tumbuh kembang anak dan tidak sama antar-ibu.

“ASI ibu khusus untuk bayi ibu sendiri karena kandungan ASI sangat spesifik sesuai dengan kemampuan usus setiap bayi untuk menyerap,” tandasnya.

Donor ASI

Dr Utami menegaskan donor ASI tidak disarankan, kecuali dalam kondisi darurat seperti ibu sakit keras atau meninggal. Menurutnya, bantuan donor ASI dalam kondisi ibu yang baik-baik saja justru akan mengurangi produksi ASI.

Kandungan ASI juga sangat spesifik untuk setiap bayi. Oleh karena itu, dia tidak menyarankan donor ASI dilakukan ibu bekerja yang merasa kekurangan persediaan ASI Perah (ASIP).

“Penelitian terakhir menyebutkan penderita HIV/AIDS tertinggi bukan pada pekerja seks komersial, justru di kalangan ibu rumah tangga. Maka sekarang, disyaratkan pendonor ASI harus melewati sejumlah pemeriksaan,” ujarnya.

Terkait tandem nursing atau menyusui kakak dan adik secara bersamaan, Dr Utami mengatakan hal itu dimungkinkan untuk membangun relasi kakak dan adik.

Seorang ibu juga tetap bisa menyusui walaupun dalam kondisi hamil, namun ada empat syarat yang harus diperhatikan yaitu tidak ada riwayat keguguran, tidak sulit hamil (dalam satu tahun baru mendapatkan anak), kandungan dalam kondisi baik, dan tidak ada sejarah kelahiran prematur.

Sumber : Beritasatu.com

October 21, 2013 - Posted by | Article

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: