Jakarta – Guna meningkatkan cakupan Air Susu Ibu (ASI) di Indonesia yang masih di bawah 50 persen, Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli Sp.A menekankan pentingnya peran suami dalam membantu istrinya memberikan ASI ekslusif.

Dikatakan Utami, dukungan yang diberikan suami bisa memunculkan hormon oksitosin yang sangat penting dalam mengalirkan ASI darialveoli ke saluran ASI.

“Keberadaan hormon ini sangat dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu. Di sinilah peran suami sangat dibutuhkan. Karena pikikiran-pikiran negatif atau rasa kurang percaya diri pada ibu bisa mempengaruhi kelancaran aliran ASI, meski produksi ASI-nya tetap baik,” kata Utami Roesli di kantor Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Jumat (12/9).

Menurutnya, para suami dapat berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri istrinya, serta membuat dia merasa lebih rileks ketika sedang menyusui.

“Mereka perlu menciptakan atmosfir menyusui yang positif. Selalu tumbuhkan rasa percaya diri istrinya bahwa dia pasti bisa memberikan ASI secara ekslusif untuk anaknya,” terang dia.

Memberikan pujian atas usahanya dalam memberikan ASI eksklusif menurutnya juga bisa membangkitkan semangat istri untuk tidak berhenti menyusui. Karena itu, para suami juga perlu memahami bahwa memberikan ASI eksklusif sangatlah dibutuhkan sebagain investasi masa depan bayi dan juga istrinya.

“Karena menyusui itu bukan hanya baik untuk kesehatan dan kecerdasan bayi, tetapi juga bisa menurunkan risiko seorang perempuan terkena penyakit kanker, jantung, serta penyakit mematikan lainnya,” tambah Utami.

Penulis: Herman/EPR

 Sumber : Beritasatu.com