ASI ( Air Susu Ibu )

- more fresh… HEALTHIER and free -

Menyusui Atasi Kegemukan Usai Persalinan

Rabu, 20 January 2010, 10:21 WIB
corbis

Menyusui merupakan salah satu cara untuk cepat menurunkan berat badan usai bersalin. Sebaiknya, iringi dengan olah fisik yang cukup.

CINCINATI–Tanpa disadari kegiatan menyusui pascamelahirkan membantu para ibu muda mengembalikan berat badan seperti semula. Fakta itu terungkap setelah para peneliti melakukan sebuah riset yang menyimpulkan kegiatan menyusui secara efektif membakar lebih dari 500 kalori.

Peneliti juga menyebutkan kegiatan menyusui bahkan jauh lebih efektif ketimbang menghabiskan waktu secara rutin mengikuti fitness. “Jika menyusui secara rutin selama 6 bulan, kemungkinan kurusnya akan lebih cepat usai melahirkan,” tukas Karen Wosje, Profesor Pediatrik dari Children Hospital Medical Center, seperti dikutip dari Chicagotribune.com,Selasa (19/1).

Meski demikian, Karen mengakui, tidak semua perempuan pascamelahirkan bisa mendapati tubuhnya langsung seketika dengan diet menyusui.

Salah seorang Perempuan kepada Chicagotribune.com mengaku dirinya sudah melakukan diet ini secara ketat tapi tetap saja berat badan dirinya tidak jua menyusut. “Setiap hari saya memompa payudara untuk mendapatkan ASI agar bisa kurus setelah melahirkan. Bahkan saya punya dua kulkas persedian ASI, tapi tetap saja berat badan saya tidak turun,” katanya.

Pasalnya, semakin banyak air susu yang diproduksi akan diikuti pula dengan nafsu maka ibu. Hal itu disebabkan, produksi hormon prolaktin yang merangsang nafsu makan. Selain itu, faktor stress dan kurangnya aktivitas juga menghambat suksesnya diet menyusui.

“Tidak bisa hanya mengandalkan menyusui untuk bisa kurus tanpa melakukan aktivitas apapun,” tegasnya.

Karen berpendapat kegiatan menyusui bisa membakar kalori tapi banyak faktor yang mempengaruhi. Ia juga menegaskan, asalkan prinsip dan tekniknya sama, diet menyusui juga bisa diterapkan pada perempuan dengan kegemukan. Tapi perlu bukti dan riset mendalam untuk mengungkap hal itu.

Sumber : Republika

January 20, 2010 Posted by Administrator | Article | | No Comments Yet

Menyusui Cara Efektif Membakar Lemak

Selasa, 19/01/2010 14:30 WIB

Menyusui Cara Efektif Membakar Lemak

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto: emoryhealthcare)

CIncinnati, Ibu-ibu muda yang baru memiliki anak memilih teknik menyusui untuk menurunkan berat badannya. Peneliti menemukan kegiatan menyusui memang bisa efektif menurunkan berat badan karena bisa membakar lebih dari 500 kalori.

Ibu-ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui mungkin tidak akan mengira bahwa mereka membakar lebih banyak kalori dibanding wanita yang pergi ke tempat fitnes.

“Jika menyusui dilakukan rutin selama 6 bulan, kemungkinan kurusnya akan lebih cepat setelah melahirkan,” kata Karen Wosje, profesor pedriatik dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center seperti dilansir Chicagotribune, Selasa (19/1/2010).

Meski demikian, tidak semua wanita pasca melahirkan bisa mendapatkan tubuh langsing dengan diet menyusui.

“Setiap hari saya memompa payudara untuk mendapatkan ASI agar bisa kurus setelah melahirkan. Bahkan saya punya 2 kulkas untuk menyimpan persediaan ASI saya, tapi berat badan saya tidak turun-turun juga,” kata seorang wanita.

Masalahnya adalah, semakin banyak air susu yang diproduksi, semakin tinggi pula nafsu makan ibu menyusui. Hal itu disebabkan karena produksi hormon prolaktin yang merangsang nafsu makan. Selain itu, faktor stres dan kurangnya aktivitas juga bisa menghambat keefektifan diet menyusui.

Untuk itu, yang harus dilakukan adalah memperbanyak aktivitas. “Tidak bisa hanya mengandalkan menyusui saja untuk bisa kurus. Tanpa melakukan kegiatan lainnya, percuma saja. Diet menyusui memang bisa membakar kalori, tapi banyak faktor lainnya yang mempengaruhi,” ujar Profesor Karen.

Diet menyusui terbukti efektif pada ibu-ibu yang sedang menyusui. Oleh karena itu beberapa peneliti pun terinspirasi untuk menerapkan teknik tersebut pada wanita yang tidak menyusui.

“Asalkan prinsip dan tekniknya sama, kami menduga diet menyusui juga bisa berguna untuk membantu para wanita yang kegemukan. Namun perlu studi lebih lanjut lagi untuk membuktikannya,” kata Prof Karen.
(fah/ir)

Sumber : Detikhealth

January 19, 2010 Posted by Administrator | Article | | No Comments Yet

Berikan ASI, Bukan Air Susu Ibu Sapi

Wednesday, 30 December 2009 13:59

Tiap makhluk memiliki karakteristik masing-masing, termasuk bayi manusia. Mengapa bayi  Anda harus diberi susu dari ibu sapi?
Hidayatullah.com–Ide menggunakan botol susu sebagai pengganti ASI merupakan hal yang aneh 80 tahun lalu. Namun sekarang, para wanita harus dibujuk agar mau meninggalkan botol susu dan kembali menyusui anaknya secara alami.

Alasan seperti; wanita ingin segera kembali bekerja di luar rumah begitu selesai melahirkan, sakit ketika menyusui, atau tidak percaya diri untuk menyusui bayinya, adalah faktor-faktor penyebab berkurangnya jumlah ibu menyusui.

Banyak ahli kedokteran yang selalu mendorong agar para ibu mau memberikan ASI secara alami. Mereka bahkan telah menyodorkan sederet manfaat pemberian ASI, yang baik untuk kesehatan, kecerdasan, dan emosional anak dan ibunya.

Manfaat pemberian ASI secara alami bagi ibu, antara lain:

1. Tidak memberatkan anggaran belanja. ASI tidak perlu dibeli dengan harga yang sangat mahal seperti susu formula.

2. Menyusui bisa membantu mengurangi berat badan ibu.

3. Ketika bayi menghisap susu ibu, hal itu memicu produksi oxytocin yang bisa membuat rahim berkontraksi sehingga kembali ke ukuran semula.

4. Resiko kanker payudara menurun, sejalan dengan lamanya masa menyusui setiap anak.

5. Ibu akan terlindungi dari penyakit diabetes tipe 2, kanker indung telur, dan depresi, setelah melahirkan (PPD).

6. Kegiatan menyusui memerlukan suasanya tenang, sehingga kontak fisik antara ibu dan bayi menimbulkan rasa nyaman bagi keduanya. Kontak fisik membuat ikatan batin ibu dan anak semakin kuat.

7. ASI tidak merepotkan ibu, karena tidak perlu merebus air dan mensterilkan botol. ASI adalah makanan bayi siap saji.

Manfaat pemberian ASI secara alami bagi bayi, antara lain:

1. Ketika bayi menghisap puting ibunya, bukan hanya  susu yang didapat, tapi bayi juga melatih rahangnya. Menyedot puting ibu membantu bayi pada masa transisi dari ASI ke makanan padat.

2. Gerakan menyedot susu ibu juga akan memudahkan si bayi untuk belajar bicara.

3. ASI jauh lebih menyehatkan. Colostrum, yaitu susu pertama yang keluar dari puting ibu, mengandung gizi yang sangat lengkap, protein, dan antibodi. Semuanya itu sangat diperlukan bagi bayi yang belum memiliki sistem pertahanan tubuh mumpuni. Antibodi pada ASI yang tidak dimiliki susu formula melindungi bayi dari berbagai macam infeksi.

4. Bayi terlindungi dari penyakit seperti infeksi telinga, virus-virus di perut, diare, infeksi pernafasan, atopic dermatitis, asma, obesitas, diabetes tipe 1 dan 2, leukimia, sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), penyakit pencernaan.

ASI mengandung jumlah vitamin D dan E lebih banyak daripada susu formula. Penelitian menunjukkan, ASI dua setengah kali lebih ampuh mencegah terjadinya rakhitis.

ASI mengandung mineral yang bermacam dan jumlahnya lebih banyak dari susu formula. Bahkan banyak mineral yang ada pada ASI tidak dimiliki susu formula. Sebut saja selenium dan chromium. Selenium sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara Chromium membantu menyeimbangkan kadar gula dalam darah.

Mineral seperti kalsium, zat besi, dan mangan pada ASI, bisa dengan mudah diserap tubuh. Namun tidak demikian dengan mineral yang ada pada susu formula.

Tidak seperti susu formula, ASI membantu pembentukan bakteri yang bermanfaat seperti Bifido. Bakteri ini menjaga saluran pencernaan bayi dari bakteri berbahaya, serta mencegah terjadinya kolik dan eksema.

Obesitas jarang dijumpai pada bayi yang minum ASI, tidak seperti mereka yang minum susu formula.

ASI juga membuat bayi lebih cerdas, karena DHA yang sangat penting untuk pembentukan otak jumlahnya lebih banyak. Penelitian menunjukkan, bayi ASI mendapatkan nilai 6-10 poin lebih tinggi dalam tes intelejensia dibandingkan bayi-bayi susu formula.

Dan tentunya logika sederhana menyatakan, ASI pasti cocok untuk bayi, karena ASI memang susu untuk anak manusia. Sedangkan susu formula sebenarnya adalah susu sapi yang tentunya paling cocok untuk anak sapi. [di/bc/illi/

Sumber : www.hidayatullah.com

December 30, 2009 Posted by Administrator | Article | | No Comments Yet