ASI ( Air Susu Ibu )

- more fresh… HEALTHIER and free -

Luar Biasa, Manfaat Inisiasi Menyusu Dini!

Selasa, 19 Agustus 2008 | 10:04 WIB

MESKI tertinggal belasan tahun dari negara maju, beberapa tahun terakhir ini Indonesia gencar mempromosikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).  Menurut Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, pakar ASI sekaligus Kepala Bagian Sentra Laktasi RS Carolus Jakarta, IMD berarti meletakkan atau membiarkan bayi di dada ibunya segera setelah lahir, minimal satu jam, agar bayi mencari puting ibunya dan menyusu.

Bayi yang baru lahir memang bisa menyusu sendiri, tidak perlu disusui ibunya. Ia punya naluri kuat untuk mencari puting susu ibunya, asal kesempatan menyusu itu diberikan segera setelah lahir. Artinya, kesempatan ini diberikan sebelum bayi dibersihkan, ditimbang, dan sebagainya. IMD, imbuh Utami, bisa dilakukan pada bayi yang lahir normal maupun lewat operasi caesar asalkan kondisi tubuhnya stabil. Artinya, bayi tidak berindikasi harus dirawat di ICU.

“Bayi dengan berat 1.600 gram pun tidak apa-apa melakukan IMD asal kondisinya stabil,” ujar Utami dalam obrolan santai Dukungan untuk Ibu Menyusui, yang diadakan World Vision di Mal Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Setelah lahir, lanjutnya, segera keringkan tubuh bayi (kecuali kedua tangannya), tapi jangan dibersihkan, lalu letakkan di dada ibunya untuk melakukan IMD.

Awalnya, ketika diletakkan di dada ibunya, bayi akan diam saja. “Waktunya bisa sampai 30 menit. Ini masa di mana bayi menenangkan diri, memulihkan diri setelah mengalami perbedaan lingkungan. Sebelumnya ia berada di dalam rahim, sekarang ia di dunia luar,” ujar Utami.

Setelah itu, bayi akan mencium tangannya yang masih menyisakan bau makanannya saat ia masih di dalam rahim. Berdasarkan penciuman inilah, bayi akan bergerak mencari puting ibunya. Setelah mengeluarkan air liur, bayi akan merangkak naik dengan cara menekankan kakinya tepat di atas rahim ibunya.

“Cara ini berguna untuk menghentikan perdarahan di rahim ibu,” kata Utami. Lalu, bayi akan mulai menjilati kulit ibunya. Ketika itulah, bakteri baik yang ada di kulit ibu akan tertelan oleh bayi dan bakteri ini yang akan menjaga kekebalan tubuhnya. Seberapa banyak bayi menjilat tergantung dari kebutuhan tubuh bayi akan bakteri tersebut.

Setelah lima langkah ini, umumnya bayi akan menemukan sendiri puting ibunya. Utami menambahkan, meski bayi sudah bisa menyusu sebelum genap satu jam di atas dada ibunya, biarkan saja ia di sana sampai waktu itu terlampaui. Ia mengatakan, tak perlu khawatir bayi akan kedinginan selama itu.

“Sebab, dada ibu yang baru melahirkan suhunya 2 derajat Celcius lebih tinggi dibanding dada ibu yang tidak melahirkan. Jadi, bayi tetap hangat. Kalau bayi merasa kepanasan, suhu dada ibu akan otomatis turun 1 derajat Celcius. Itulah keajaiban Tuhan,” imbuh Utami.

Suami  bisa membantu
Bagaimana bila setelah satu jam bayi masih tetap kesulitan menemukan puting ibunya? “Ayahnya bisa membantu mengarahkan bayi ke puting ibunya. Tapi bukan langsung menyodorkan puting ibunya ke bayi, lho. Cukup dipandu saja. Keberadaan ayah di situ juga bisa mengawasi bayi agar tidak jatuh dari dada ibunya. Karena itu, keterlibatan ayah dalam IMD juga penting.”

Bagaimana IMD bisa dilakukan pada bayi yang lahir secara caesar? Menurut Utami, langkahnya tetap sama, yaitu langsung dikeringkan setelah lahir dan diletakkan di dada ibunya. Sedangkan proses menjahit luka bekas operasi tetap dilakukan seperti biasa. Kalaupun ibu perlu dipindahkan ke ruang lain sebelum IMD selesai, biarkan bayi tetap pada posisinya, yaitu menempel di dada ibunya.

Uniknya, IMD bisa dilakukan sambil sang ibu berbaring Sehingga tidak perlu menunggu untuk bisa duduk atau miring lebih dulu. Bagi sang ibu sendiri, IMD juga memiliki manfaat besar. Selain sentuhan antara kulit bayi dan ibunya yang menimbulkan kedekatan serta perasaan hangat bagi keduanya, ibu melahirkan yang melakukan IMD lebih jarang menemui kesukaran dalam menyusui. Perasaan sang ibu juga lebih tenang, rileks, dan lebih mencintai bayinya.

Sayangnya, belum semua pihak medis menyediakan layanan IMD atau bersedia mengabulkan permintaan ibu hamil untuk melakukan hal ini. Oleh karena itu, Utami menyarankan agar jauh hari sebelum melahirkan, bahkan sebelum hamil, para ibu mulai hunting dokter, rumah sakit, atau bidan yang mau melakukan IMD.

“Kalau mereka bersedia, pegang janjinya untuk tidak memisahkan Anda dan bayi segera setelah ia lahir. Sebab, tidak dipisahkan dari bayi adalah hak Anda. Kalau mereka tidak mau, lebih baik cari dokter atau tempat bersalin lain yang bersedia,” saran Utami.

Ia memang giat mempromosikan IMD lantaran, menurutnya, langkah ini memiliki manfaat besar bagi bayi sekaligus ibu melahirkan.  Besarnya manfaat bagi sang ibu dan bayi yang dilahirkan membuat IMD amat disarankan Utami. “Ini sebetulnya kodrat bayi ketika lahir, tapi sering kita lupakan. Padahal, ini merupakan cara refleks bayi untuk minum ASI. Bayi hewan memang bisa mati bila kesulitan menemukan puting ibunya, tapi bayi manusia tidak,” Utami menjelaskan.

Apalagi, IMD termasuk satu dari tiga standar emas pemberian makan pada anak. Dua standar emas yang lain adalah pemberian ASI eksklusif sampai usia bayi mencapai enam bulan, dan pemberian makanan tambahan yang mendukung ASI sejak bayi berusia enam bulan sampai dua tahun, sambil sang ibu terus memberikan ASI.

Sumber : Kompas

August 19, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments

Fakta Penting untuk Ibu Menyusui

Dua orang ibu bersama-sama menyusui bayinya di Jakarta. Foto diambil tahun lalu.

Selasa, 19 Agustus 2008 | 11:45 WIB

MASA menyusui adalah masa yang sangat penting dan berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Pada masa inilah hubungan emosional antara ibu dan anak akan terjalin.

Dengan periode yang cukup panjang, masa menyusui sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis anak. Ketika air susu mengalir dari payudara ibu, si anak akan merasakan betapa besar curahan cinta, kasih sayang, dan kehangatan yang diberikan kepadanya.

Namun begitu, masa menyusui ini bukanlah hal yang mudah bagi ibu. Masa ini termasuk yang paling sensitif dalam kehidupan ibu, baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, mereka akan diuji dengan segala hal yang berada dalam diri dan lingkungannya.

Tak jarang, selama masa menyusui muncul kekhawatiran dan keraguan dalam pikiran ibu. Pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang boleh dan tidak boleh, bagaimana menyusui saat sakit, atau cara mengawetkan ASI, kerap muncul sebagai reaksi kekhawatiran itu.

Nah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar menyusui yang sering kali muncul dalam benak ibu serta fakta pentingnya. Dengan mendapat informasi yang tepat, masa menyusui diharapkan menjadi masa yang menyenangkan baik bagi ibu maupun bayi.

1. Bolehkah merokok selama menyusui?
Tidak menyusui saja tidak boleh merokok, apalagi ketika menyusui. Merokok saat menyusui sangat tidak dianjurkan dokter.

2. Apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui?
Narkoba, minuman keras, dan rokok, tapi kopi boleh dikonsumsi.

3. Bolehkah ibu yang sedang menyusui ikut berpuasa saat Ramadhan?
Sebetulnya, ibu yang menyusui diperbolehkan tidak berpuasa saat Ramadhan tiba. Jadwal makannya juga boleh disesuaikan dengan anggota keluarga lain yang berpuasa. Misalnya, ikut makan saat sahur, sebagai pengganti sarapan, makan siang seperti biasa, dan berbuka sebagai pengganti makan malam.

4. Bagaimana ibu vegetarian yang menyusui bisa tetap memenuhi gizi bayinya?
Sebaiknya si ibu mengonsumsi vitamin B lebih banyak daripada ibu menyusui yang tidak vegetarian.

5. Bolehkah ibu yang terkena kanker payudara menyusui bayinya?
Bila sang ibu tidak sedang dalam pengobatan, boleh saja menyusui. Namun, bila sedang dalam pengobatan, hentikan memberi ASI.

6. Bolehkah ibu yang terkena HIV menyusui bayinya?
Bila kondisi sang ibu tidak memungkinkan untuk memberi bayinya susu formula (misalnya tinggal di daerah terpencil seperti di Papua), boleh saja ia menyusui. Namun, ASI harus direbus lebih dulu.

——————————————————————————–

Asiku : Tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI untuk bayinya sekalipun Ibunya positif HIV, justru pemberian ASI Ekslusif selama 6bulan penuh tanpa campuran lainnya mampu mengurangi resiko tertularnya HIV dan ASI TIDAK BOLEH DIREBUS.

Silakan baca artikel terkait di http://asiku.wordpress.com/2008/05/09/asi-eksklusif-hindarkan-bayi-dari-hivaids/

7. Berapa lama ASI bisa bertahan bila disimpan di dalam kulkas?
Bila disimpan di freezer dalam kulkas dengan satu pintu, ASI bisa tahan sampai dua minggu. Bila disimpan dalam freezer dalam kulkas dengan dua pintu bisa bertahan hingga tiga bulan.

Sumber : Kompas

August 19, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik

ASI makanan terbaik bagi bayi.

kolesterolnya cenderung lebih baik saat mencapai usia dewasa.

Kesimpulan ini merupakan hasil analsis dan kajian data 17 riset melibatkan 17 ribu partisipan yang memperoleh ASI maupun susu formula. Kajian riset ini, kata peneliti, pada intinya memberi rekomendasi bahwa paparan terhadap ASI secara dini berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa.

“Oleh karena ada bukti substansial bahwa ASI menyediakan manfaat dan proteksi kesehatan  jangka panjang, pemberian ASI sebaiknya diutamakan apabila memungkinkan,” ungkap para peneliti seperti dikutip WebMD.

Dari hasil analisis terungkap,  para partisipan dari tujuh penelitian yang mendapat ASI secara ekslusif tercatat memiliki kadar kolesterol yang sedikit lebih rendah pada masa dewasa dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan susu formula.

Dalam tinjauan penelitian sebelumnya, para ahli juga menemukan bahwa kadar kolesterol darah  tercatat lebih tinggi pada bayi-bayi yang diberikan ASI ketimbang bayi yang mendaparkan susu formula. Ketika menginjak usia kanak-kanak,  kadar kolesterol pada kedua kelompok ini tidak menunjukkan perbedaan.

“Penemuan ini membawa kami pada sebuah hipotesa bahwa paparan sejak dini terhadap ASI yang mengandung kolesterol tinggi mungkin dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol jangka panjang ,” kata peneliti.

Kajian riset ini didasarkan atas data-data dari 17 studi observasi yang mencatat apakah partisipan mendapatkan ASI atau susu formula dan juga menjalani pengukuran kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa. Data diambil dari sekitar  17.000 partisipan — 12.890 di antaranya mendapat ASI dan  4.608 lainnya meminum susus formula. Penelitian juga memperhitungkan faktor lain seperti status sosial ekonomi,  indeks masa tubuh, usia dan kebiasaan merokok.

Alasan mengapa pemberian ASI menyebabkan rendahnya kadar kolesterol saat dewasa, kata para ahli, adalah tingginya kandungan kolesterol dalam ASI  kemungkinan dapat memicu perubahan fisiologis yang mempengaruhi sintesis kolesterol. Namun begitu, peneliti juga menekankan bahwa  faktor lain seperti perbedaan gaya hidup antara orang dewasa yang semasa kecilnya mendapat ASI atau susu formula, mungkin juga berperan.

Sumber : Kompas

August 12, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments

Asi tahan berapa lama

From: “Purwaningsih Setiandari”
Sent: Tuesday, August 12, 2008 11:38 AM
Subject: [sehat] Asi tahan berapa lama

Dear Dokter dan SP,

Mau tanya nih… asi beku bisa tahan berapa lama ya kalau dikeluarkan dari
freezer dan dtaruh dalam cool box.
Aku ada rencana untuk memerah asi-ku selama anak ikut eyangnya nanti pas
mudik lebaran…. (masih lama sih… tapi siap2 boleh kan…). Anakku akan
dibawa eyangnya lebih dulu, sementara aku menyusul beberapa hari setelahnya.
Dari mulai dikeluarkan dari freezer dan dimasukkan dalam cool box, bisa
tahan berapa lama? apakah setelah sampai rumah eyangnya, asi yang sudah
mencair bisa dimasukkan kembali ke dalam freezer?

Thanks atas infonya ya..

Regards, Ndari

Jawab :

From: “yuli sukri”
Sent: Tuesday, August 12, 2008 1:03 PM
Subject: [sehat] Re: Asi tahan berapa lama

haluuu mba ndari,.. aku bantu jawab yaa..
mudah2an nanti ada SPS lain yang nambahin/revisi.

yang aku inget dari mba luluk adalah:
“jangan membuat kesan bahwa asi malah “menyusahkan” “

termasuk dalam urusan simpan menyimpan asi ini.

untuk urusan “ketahanan” asi freezer di dalam coolbox. sangat
bergantung pada banyak hal:
1. banyaknya es/blue ice dalam box tersebut.
2. kondisi asi freezer (misalnya baru diletakkan di cool box 5 menit
sebelum berangkat, atau sudah diletakkan 1 jam sebelumnya).
3. kondisi perjalanan/mobil, termasuk kondisi ac.
4. lokasi/tempat coolbox itu diletakkan (misalnya di bagasi atau di
tempat duduk) –> seberapa “panas” lingkungan sekitar coolbox.
5. seberapa lama perjalanan yang ditempuh.

mungkin bisa disiasati sebagai berikut:
setiap berapa jam sekali, cek kondisi es dalam coolbox, kalo perlu
beli/ganti es batu tambahan.

untuk boleh/tidaknya asi freezer dalam coolbox dimasukkan kembali ke
freezer, juga relatif.

sah-sah saja siih kalo dimasukkan ke freezer lagi, tapi resiko-nya
adalah kandungan vitamin/nutrisi dalam asi tersebut akan berkurang.

atau mungkin bisa diperhitungkan.. misalnya:
1. kalo jumlah stok asi yang dibawa = cukup untuk 3 hari/ < 1
minggu.. ya.. mungkin sebaiknya tidak dimasukkan ke freezer.
2. kondisi kulkas.. apakah memungkinkan asi tidak disimpan di
freezer? (kulkas/freezer penuh/kosong?.. campur dengan makanan lain?)

tapi saya tetep percaya kok,.. asi freezer yang sudah mencair terus
di-freezer lagi.. nutrisi-nya jauh lebih ok dibandingkan dengan susu
formula.

jadi?..
pilih aja yang fleksibel dan bisa dijalankan oleh mba ndari.. jangan
dibikin stress.. hanya di-cek saja (termasuk dirasa-i sebelum asi
tersebut dikasih ke si kecil.

moga2 ga bikin bingung yaa…
dan mudah2an ada moms lain yang bisa menambahkan.

salam,
-yuli-
mamabumi&kira

August 12, 2008 Posted by Administrator | Q&A/ Sharing ASI | | No Comments

Campur Tangan Suami, Ibu Hasilkan Susu Lebih Banyak

Selasa, 12/08/2008 09:25 WIB
Vina Martina Sianipar - detikNews
Jakarta - Pemberian air susu ibu (ASI) sejak dini menjamin pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Namun ini bukan semata tanggung jawab ibu, sang ayah ternyata juga berperan penting.

“Bukan ayah yang menyusui, tapi ayah yang mendorong isterinya untuk selalu memberikan ASI,” ujar ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan MS di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 11 Agustus kemarin.

Menurutnya, di masa menyusui ibu perlu dibantu untuk memanfaatkan periode emas anaknya. “Menyusui adalah kegiatan otak kanan jadi bisa dibantu dengan dorongan lingkungan, misalnya suami selalu mendampingi istrinya. ASI terbukti lancar,” jelas Ali.

Dalam presentasinya di acara yang bertema susu untuk rakyat ini, ia menjelaskan bahwa masa depan generasi Indonesia tergantung nutrisi anak di lima tahun pertama. “Ekonomi tidak boleh jadi alasan. Anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu maupun keluarga mampu itu kualitas asinya empat bulan pertama relatif sama, tidak tergantung kepada gizi ibunya,” imbuhnya.

“Enam atau empat bulan pertama ASI eksklusif itu sudah menjamin kebutuhan gizi,” pungkasnya.(vna/anw)

August 12, 2008 Posted by Administrator | Article | | No Comments